“Success today requires the agility and drive to constantly rethink, reinvigorate, react, and reinvent.” – Bill Gates –
Kata Agility berasal dari kata Agile yang secara harfiah berarti “Tangkas, lincah, atau gesit”. Agile adalah jawaban terhadap perubahan yang sangat cepat di dunia industri saat ini dan dapat di terapkan di semua bidang (organisasi, bisnis, manajemen proyek, marketing, kepemimpinan, sumber daya manusia dsb), yang di tuntut lebih fleksibel, mudah beradaptasi, dan cepat dalam mengambil keputusan.
Hal ini salah satunya juga didorong oleh perkembangan teknologi informasi yang cepat sehinggga membuat aktivitas manusia menjadi lebih terbantu dan mudah dengan bantuan teknologi. Hingga saat ini, terdapat beberapa istilah untuk menggambarkan perubahan cepat dalam lingkungan bisnis antara lain:
Bisnis hari ini bergerak sangat cepat, inovasi dan disrupsi bermunculan setiap harinya. Setiap organisasi pada akhirnya dituntut untuk Agile dalam operasionalnya, agar dapat terus unggul dan relevan dengan perkembangan zaman. Salah satu manfaat terbesar dari bekerja dengan Agile adalah kecepatan dalam bertindak dan mengambil keputusan. Hal ini tentunya meningkatkan kualitas perusahaan dan efektivitas dalam bekerja.
Praktik kepemimpinan yang Agile beberapa dicontohkan dan dibahas dalam “Servant Leadership (Kepemimpinan yang melayani) oleh Robert K Greenleaf serta “Adaptive Leadership” (Kepemimpinan yang adaptif) oleh Hersey Blanchard dan hal ini juga dibahas oleh Bapak Pendidikan Ki Hadjar Dewantoro dalam semboyan pendidikannya. Sedangkan team yang Agile memiliki keahlian “Generalizing Specialists”, dimana karyawan memiliki multiskills, memiliki keahlian mampu dalam beberapa bidang tidak hanya satu bidang.
Karakteristik Team yang Agile antara lain (a) memprioritaskan kepuasan pelanggan (b) menerima perubahan (c) kolaborasi yang tinggi (d) perbaikan terus menerus (e) self organization/empowerment (f) motivasi yang tinggi (g) mengutamakan keberhasilan team daripada pencapaian individu (h) Simplifikasi-menyederhanakan (i) melakukan evaluasi retrospeksi secara regular.
Selain itu, Agile juga terbagi 2 dimensi yaitu (a) Praktik yang Agile (doing Agile) dan (b) Mindset yang Agile (being Agile). Diantara keduanya yang paling penting yakni memiliki Mindset yang Agile. Agility ini harus bisa dilakukan oleh setiap perusahaan dan karyawan, maka dari itu penting untuk diaplikasikan agar mampu beradaptasi menghadapi setiap perubahan bisnis yang semakin mendisrupsi.